Tanaman Hias Jakarta
Gampang! Ini 7 Cara Merawat Tanaman Janda Bolong Gampang! Ini 7 Cara Merawat Tanaman Janda Bolong
Apakah Anda penasaran bagaimana cara merawat tanaman janda bolong? Tak seperti namanya yang cenderung seram, tanaman ini tak susah untuk dirawat, lho. Janda bolong... Gampang! Ini 7 Cara Merawat Tanaman Janda Bolong

Apakah Anda penasaran bagaimana cara merawat tanaman janda bolong? Tak seperti namanya yang cenderung seram, tanaman ini tak susah untuk dirawat, lho. Janda bolong adalah nama lokal untuk sebuah tanaman hias dengan ciri khas daunnya yang bolong-bolong. Tanaman ini memiliki nama ilmiah Monstera adansonii. Tanaman ini disukai oleh banyak orang karena daunnya yang unik.

Sejak era pandemi menyerang warga bumi, banyak orang yang mengisi kebosanan di rumah dengan merawat tanaman hias. Salah satu tanaman hias yang banyak dicari adalah tanaman bernama janda bolong ini.

Seperti yang kita ketahui bersama, tanaman apa pun perlu dirawat agar pertumbuhannya maksimal. Anda yang memiliki hobi baru berupa menanam tanaman hias wajib tahu cara merawat tanaman hias. Pada pembahasan kali ini, kita akan fokus pada tanaman janda bolong. Langsung saja ikuti cara merawat tanaman janda bolong berikut:

1. Sediakan Media Tanam yang Baik

Tanaman apa pun membutuhkan media tanam yang baik untuk bertumbuh. Ketika Anda memutuskan untuk menanam janda bolong, hal pertama yang perlu Anda pikirkan adalah media tanamnya.

Janda bolong umumnya tidak ditanam langsung di halaman rumah. Janda bolong lebih sering ditanam di dalam pot. Oleh karena itu, pemilihan media tanam sangat penting agar janda bolong bisa berkembang maksimal.

Baca Juga :  Perbedaan Monstera Deliciosa Dan Borsigiana

Sama seperti tanaman hias lainnya, Anda tidak bisa menggunakan 100% tanah untuk media tanamnya. Tanah murni tidak mampu mendukung kebutuhan perkembangan tanaman hias. Anda perlu membuat media tanam dari campuran tanah dan bahan lain seperti sabut kelapa, bubur kayu, atau tanah gambut.

Untuk janda bolong, media tanam yang tepat adalah tanah berpadu perlit. Perbandingannya adalah 1:1. Media tanam tersebut tidak sepadat tanah murni. Jadi, akar janda bolong pun bisa tumbuh dan lebih mudah dalam mengangkut dan menyebarkan oksigen.

Selain itu, jangan lupa untuk melubangi pot, ya. Bagian bawah pot harus berlubang agar sistem drainase berjalan baik. Akar tanaman pun tidak mudah membusuk.

cara merawat tanaman janda bolong dirumah

2. Sediakan Tempat agar Janda Bolong bisa Merambat

Setelah urusan media tanam selesai, selanjutnya anda perlu menyediakan ruang untuk pertumbuhan janda bolong. Penempatan pot juga perlu memperhatikan jarak dan ruang. Anda perlu menyediakan tempat untuk janda bolong merambat. Tanaman ini bisa Anda letakkan di dekat dinding agar bisa merambat.

Perlu Anda tahu, tanaman ini bisa merambat hingga 20 meter, lho. Anda bisa menentukan sendiri di sebelah mana tanaman ini akan Anda letakkan.

3. Penuhi Kebutuhan Nutrisinya

Sama seperti manusia, tumbuhan juga membutuhkan nutrisi agar terus tumbuh dan sehat. Lalu, apa saja nutrisi yang janda bolong butuhkan?

Pertama-tama, Anda perlu menyiram tanaman ini sekitar dua kali sehari. Cara menyiram tanaman janda bolong sama seperti tanaman lainnya. Hanya saja, intensitas air harus cukup. Artinya, tidak kurang atau berlebihan.

Baca Juga :  Perbedaan Monstera dan Philodendron Yang Perlu Anda Ketahui

Tanaman ini bisa tetap bertumbuh di dalam tanah yang lembab, tetapi akan membusuk jika tanah tergenang air. Inilah alasan mengapa Anda disarankan untuk melubangi bagian pot. Saat sistem drainase lancar, tanah tidak akan tergenang air.

Kemudian, nutrisi lainnya yang juga perlu untuk tanaman ini adalah pupuk. Anda bisa memberikan pupuk tanaman janda bolong berupa pupuk kompos atau pupuk cair hingga berusia enam bulan. Setelah itu, tanaman ini tidak begitu membutuhkan pupuk lagi.

4. Perhatikan Asupan Cahaya Matahari

Janda bolong bisa dijadikan tanaman indoor atau outdoor. Meskipun begitu, tanaman ini tidak begitu kuat terhadap terpaan sinar matahari. Apabila Anda menempatkan tanaman ini di bawah sinar matahari yang terik, daun janda bolong akan berubah menjadi coklat di bagian ujungnya. Ini pertanda bahwa daun terbakar. Jadi, meskipun bisa berada di outdoor, pastikan cahaya matahari yang menimpa janda bolong tidak terlalu terik.

5. Cabut Gulma di Sekitar Pot

Gulma bisa mengganggu pertumbuhan janda bolong. Jika Anda melihat rumput liar di sekitar pot, segeralah untuk mencabutnya. Gulma adalah semacam rumput yang kehadirannya bisa merugikan tanaman hias Anda. Nutrisi yang seharusnya diserap penuh oleh tanaman hias justru akan terserap oleh gulma. Jadi, segera babat habis rumput-rumput yang tumbuh di pot janda bolong, ya.

6. Pasang Penyangga untuk Memperkuat Pot

Seperti yang kita ketahui bersama, janda bolong adalah tanaman merambat. Jadi, ketika sudah bertumbuh nanti, dia akan terus merambat dengan cepat. Jika Anda melihat tanaman ini sudah tidak kuat untuk menyangga dirinya sendiri, pasanglah penyangga.

Baca Juga :  Jenis Jenis Tanaman Hias Yang Sedang Populer Saat Ini

Agar pot tidak kelebihan beban, penyangga ini memang harus ada. Pilih peyangga yang tepat agar sisi estetika tanaman ini tetap ada.

7. Lakukan Repotting

Ketika janda bolong sudah tumbuh subur, Anda perlu pot yang lebih besar untuk menunjang bagian akar. Idealnya repotting ini memang dilakukan rutin.

Tidak ada yang susah dalam upaya merawat tanaman hias ini, bukan? Jika Anda sudah memiliki minat dalam bercocok tanam, semua hal yang terlihat rumit akan tetap mudah ketika sudah dijalani. Begitu pula ketika Anda mencoba merawat tanaman janda bolong.

Tanaman yang semakin populer ini bisa Anda jadikan sebagai pengisi waktu luang. Anda bisa menanam tanaman ini, merawatnya, kemudian membudidayakannya. Siapa tahu, setelah paham betul bagaimana cara merawat tanaman janda bolong, Anda tertarik untuk menjadikannya sebagai ladang cuan. Semoga informasi ini bermanfaat!

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published.